Kamis, 13 November 2014

UTS 4



artikel

HAKEKAT FILSAFAT ADMINISTRASI
DIHUBUNGKAN  DENGAN TEORI X, Y dan Z
( terutama sikap seorang leader )

            Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philo dan sophia. Philo berarti gemar akan atau mencintai, sedangkan sophia berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Jadi secara harafiah filsafat berarti cinta akan kebenaran atau cinta akan kebijaksanaan. Semua orang yang belajar filsafat dan mendlminya disebut filsuf. Tugas dari seorang filsuf adalah mempelajari segala fenomena yang terjadi dilingkungan sekitarnya dan berusaha untuk mencari tentang hakekat dan kebenarannya secara mendalam, dengan demikian dia akan membuat keputusan yang adil serta bertindak bijaksana.
Setelah mengetahui arti dan hakekat dari filsafa maka muncul sebuah pertanyaan dalam diri saya yaitu: Mengapa saya harus belajar dan mendalami dan memahami hakikat filsafat? Saya mempelajari dan mendalami filsafat administrasi karena saya adalah seorang calon pemimpin atau publik figur maka saya kira hal ini sangat penting karena dari sini saya dapat belajar menjadi seorang pemimpin yang baik dan mampu memimpin sebuah organisasi dengan bijaksana dan penuh tanggungjawab.
        
           Seorang pemimpin yang baik adalah seorang pemimpin yang dapat mengatasi segala permasalahan yang terjadi di dalam suatu organisasi kepemimpinannya. Saya menghubungkan seorang pemimpin dengan teori x,y,dan z. Dimana ketiga teori ini sangat mempengaruhi prilaku seorang pemimpin. Jika seorang pemimpin menerapkan teori X dalam setiap tindakkannya, sangat kecil kemungkinan suatu organisasi yang di pimpinnya akan maju. Namun sebaliknya, seorang pemimpin yang menerapkan teori Y dalam setiap tindakannya, dengan mudahnya dia akan mengatasi segala permasalahan dalam kepemimpinannya, dia lebih giat dan berpikir lebih maju. Sehingga dia akan menjadi sebuah panutan bagi bawahannya. Seorang pemimpin yang menerapkan teori Y dalam dirinya, maka boleh di jamin bahwa dia akan sukses dengan sangat baik. Seorang pemimpin juga dituntut untuk memiliki sikap yang lebih kritis terhadap semua perubahan yang terjadi di likungan sekelilingnya, mengoreksi setiap perubahan yang terjadi di masyarakat atau pun di dalam organisasinya. Agar setiap kebijakan yang di ambil tidak berat sebelah, dalam arti tidak menguntungkan hanya salah satu pihakdengan sangat baik. Seorang pemimpin juga dituntut untuk memiliki sikap yang lebih kritis terhadap semua perubahan yang terjadi di likungan sekelilingnya, mengoreksi setiap perubahan yang terjadi di masyarakat atau pun di dalam organisasinya. Agar setiap kebijakan yang di ambil tidak berat sebelah, dalam arti tidak menguntungkan hanya salah satu pihak.

          Setelah mengikuti kuliah Pengantar Filsafat Administrasi saya mendapatkan satu pengetahuan baru yang amat berharga bagi yakni pengetahuan mengenai sifat dan katakter seseorang berdasarkan  teori X, Y dan Z. Mengapa penting? Karena saya adalah seorang calon pemimpin maka saya harus mengenal sifat dan karakter pribadi saya, dengan demikian saya berusaha mengenal dan memahami sifat dan karakter bawahan saya (orang atau kelompok yang saya pimpin) sehingga saya dapat menjalankan tugas kepemimpinan saya dengan baik dan bijaksana. Hal ini tidak hanya berhenti pada taraf pengetahuan saja namun yang lebih penting adalah setelah saya mempelajari dan berusaha mempraktekan serta mengaplikaasikan apa yang sudah saya dapat melalui proses kuliah Pengantar Filsafa Administrasi. Dari sini saya tahu, paham, dan mampu mengaplikasikan gaya atau tipe kepemimpinan dengan bersandarkan pada teori sifat yang dijelaskan  dalam teori X, Y dan Z.      
     
         Untuk menegetahui tipe atau gaya kepemimpinan dari seseorang kita harus tahu dan paham terlebih dahulu mengenai sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang. Setelah kita memahami sifatnya maka kita bisa memahami tipe atau gaya kepemimpinan yang dia gunakan. Untuk memahami sifat dan gaya kepemimpinan seseorang kita dapat menggunakan teori X, Y dan Z. Teori X menjelaskan bahwa seorang hanya memiliki sifat negatif atau sifat buruk. Artinya melakukan sesuatu selau dengan sikap yang  terpaksa dan kurang bertanggungjawab atas tugas yang dipercayakan kepadanya. Teori Y menjelaskan bahwa manusia memiliki sifat positif atau sifat baik. Artinya selalu menerima dan melakukan pekerjaan secara sukarela dan penuh tanggungjawab. Teori Z merupakan gabungan dari teori X dan Y. Teori ini menjelaskan sifat manusia yang tidak tetap atau selalu berubah. Kadang baik dan kadang buruk.

          Jika teori ini dikaitkan dengan kepemimpinan maka dapat kita simpulkan bahwa seorang pemimpin yang ideal adalah seorang pemimpin yang memiliki kriteria teori Y. Namun perlu kita ketahui bahwa seorang pemimpin bisa menerapkan ketiga teori tersebut dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Mengapa? Karena terkadang bawahan memiliki tipe seperti yang dijelaskan dalaam teori X jadi dia (pemimpin) harus memberikan teguran dan sanksi sehingga bawahannya bisa bekerja secara maksimal. Sebaliknya jika bawahannya meiliki kesadaran dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya maka seorang pemimpin akan mengajak mereka (bawahan) untuk bekerjasama dalam menentukan keputusan demi mencapai tujuan dari organisasi yang dia pimpin. Terkadang seorang pemimpin harus menerapkan teori Z  jika sifat bawahannya tidak pasti dan selalu berubah-ubah. Kesimpulannya semua tipe atau gaya kepemimpinan yang ada di dalam teori X, Y dan Z adalah baik dan bisa diterapkan oleh semua pemimpin tergantung dari situasi dan kondisi bawahannya. Jika ingin menjadi pemimpin yang sukses maka kita harus belajar filsafat administrasi, dengan demikian kita akan menjadi pemimpin yang bijaksana dan sukses dalam menjalankan tugas kepemimpinan kita.

Selasa, 11 November 2014

artikel hakikat filsafat dalam kaitannya dengan teori x,y, dan z



HAKEKAT FILSAFAT ADMINISTRASI
DALAM KAITANNYA DENGAN TEORI X, Y dan Z
( terutama sikap seorang leader )

            Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu philo dan sophia. Philo berarti gemar akan atau mencintai, sedangkan sophia berarti kebenaran atau kebijaksanaan. Jadi secara harafiah filsafat berarti cinta akan kebenaran atau cinta akan kebijaksanaan. Semua orang yang belajar filsafat dan mendlminya disebut filsuf. Tugas dari seorang filsuf adalah mempelajari segala fenomena yang terjadi dilingkungan sekitarnya dan berusaha untuk mencari tentang hakekat dan kebenarannya secara mendalam, dengan demikian dia akan membuat keputusan yang adil serta bertindak bijaksana. Filsafat administrasi merupakan salah satu cabang dari ilmu filsafat yang mempelajari tentang rangkaian aktivitas
pemikiran reflektif berusaha menentukan segi-segi metafisik, epistemologis,metodologis, logis, etis, dan estetis dari pengertian administrasi.
Setelah mengetahui arti dan hakekat dari filsafa maka muncul sebuah pertanyaan dalam diri saya yaitu: Mengapa saya harus belajar dan mendalami dan memahami hakikat filsafat? Saya mempelajari dan mendalami filsafat administrasi karena saya adalah seorang calon pemimpin atau publik figur maka saya kira hal ini sangat penting karena dari sini saya dapat belajar menjadi seorang pemimpin yang baik dan mampu memimpin sebuah organisasi dengan bijaksana dan penuh tanggungjawab.

Setelah mengikuti kuliah Pengantar Filsafat Administrasi saya mendapatkan satu pengetahuan baru yang amat berharga bagi yakni pengetahuan mengenai sifat dan katakter seseorang berdasarkan  teori X, Y dan Z. Mengapa penting? Karena saya adalah seorang calon pemimpin maka saya harus mengenal sifat dan karakter pribadi saya, dengan demikian saya berusaha mengenal dan memahami sifat dan karakter bawahan saya (orang atau kelompok yang saya pimpin) sehingga saya dapat menjalankan tugas kepemimpinan saya dengan baik dan bijaksana. Hal ini tidak hanya berhenti pada taraf pengetahuan saja namun yang lebih penting adalah setelah saya mempelajari dan berusaha mempraktekan serta mengaplikaasikan apa yang sudah saya dapat melalui proses kuliah Pengantar Filsafa Administrasi. Dari sini saya tahu, paham, dan mampu mengaplikasikan gaya atau tipe kepemimpinan dengan bersandarkan pada teori sifat yang dijelaskan  dalam teori X, Y dan Z.

Pada hakikatnya manusia memiliki sifat baik dan sifat buruk dalam dirinya masing-masing. Dengan kata lain kebaikan dan keburukan pasti ada dalam diri setiap manusia. Tidak ada manusia yang  hanya memiliki sifat baik atau sifat buruk saja. Kedua sifat ini selalu ada dan melekat dalam diri setiap manusia. Sifat baik dan buruk yang ada dan melekat dalam diri setiap manusia sifatnya tidak mutlak. Artinya tidak ada manusia yang hanya memiliki sifat baik saja, sebaliknya tidak ada juga manusia yang hanya memiliki sifat buruk saja. Keduanya selalu ada dalam diri setiap manusia. Sifat baik dan sifat buruk yang melekat dalam diri manusia ini tergantung dari sifat pribadinya masing-masing. Sifat dan karakter pribadi ini akan berpengaruh pada gaya atau tipe kepemimpinan setiap orang. Mengapa demikian? Karena sifat ini mempengaruhi setiap orang dalam menjalankan tugas dan berpengaruh dalam proses pengambilan keputusan. Pada dasarnya semua manusia adalah pemimpin. Darimana kita tahu bahwa semua manusia dapat dikatakan sebagai pemimpin? Sejarah membuktikan bahwa nenek moyang umat manusia (Nabi Adam) adalah seorang pemimpin, maka secara genetika kita mewarisi sifat kepemimpinan yang dimiliki oleh nenek moyang kita (Nabi Adam). Namun perlu kita ketahui bahwa setiap orang mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Sifat dan karakter yang berbeda ini akan mempengaruhi tipe atau gaya kepemimpinan dari setiap orang sehingga gaya dan tipe kepemimpinan dari setiap orang berbeda pula tergantung dari sifat dan situaasi tertentu.
             
         Untuk menegetahui tipe atau gaya kepemimpinan dari seseorang kita harus tahu dan paham terlebih dahulu mengenai sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang. Setelah kita memahami sifatnya maka kita bisa memahami tipe atau gaya kepemimpinan yang dia gunakan. Untuk memahami sifat dan gaya kepemimpinan seseorang kita dapat menggunakan teori X, Y dan Z. Teori X menjelaskan bahwa seorang hanya memiliki sifat negatif atau sifat buruk. Artinya melakukan sesuatu selau dengan sikap yang  terpaksa dan kurang bertanggungjawab atas tugas yang dipercayakan kepadanya. Teori Y menjelaskan bahwa manusia memiliki sifat positif atau sifat baik. Artinya selalu menerima dan melakukan pekerjaan secara sukarela dan penuh tanggungjawab. Teori Z merupakan gabungan dari teori X dan Y. Teori ini menjelaskan sifat manusia yang tidak tetap atau selalu berubah. Kadang baik dan kadang buruk.

Jika teori ini dikaitkan dengan kepemimpinan maka dapat kita simpulkan bahwa seorang pemimpin yang ideal adalah seorang pemimpin yang memiliki kriteria seperti yang dijelaskan dalam teori Y. Naumun perlu kita ketahui bahwa seorang pemimpin bisa menerapkan ketiga teori tersebut dalam menjalankan tugas kepemimpinannya. Mengapa? Karena terkadang bawahan memiliki tipe seperti yang dijelaskan dalaam teori X jadi dia (pemimpin) harus memberikan teguran dan  sanksi sehingga bawahannya bisa bekerja secara maksimal. Sebaliknya jika bawahannya meiliki kesadaran dan tanggungjawab dalam melaksanakan tugasnya maka seorang pemimpin akan mengajak mereka (bawahan) untuk bekerjasama dalam menentukan keputusan demi mencapai tujuan dari organisasi yang dia pimpin. Terkadang seorang pemimpin harus menerapkan teori Z  jika sifat bawahannya tidak pasti dan selalu berubah-ubah. Kesimpulannya semua tipe atau gaya kepemimpinan yang ada di dalam teori X, Y dan Z adalah baik dan bisa diterapkan oleh semua pemimpin tergantung dari situasi dan kondisi bawahannya. Jika ingin menjadi pemimpin yang sukses maka kita harus belajar filsafat administrasi, dengan demikian kita akan menjadi pemimpin yang bijaksana dan sukses dalam menjalankan tugas kepemimpinan kita.

Rabu, 05 November 2014

analisis kritis



Berikan Analisis Kritis
Analisis yang kritis (atau berpikir kritis) merupakan suatu cara untuk mencoba memahami kenyataan, kejadian (peristiwa), situasi, benda, orang, dan pernyataan yang ada di balik makna yang jelas atau makna langsung. Analisis kritis mempersyaratkan sikap untuk berani menantang apa yang dikatakan atau dikemukakan oleh pihak-pihak yang lebih berkuasa -majikan, pemerintah dan lembaga. Analisis kritis mempertanyakan asumsi. Analisis kritis dapat digunakan untuk menantang perilaku atau praktek yang dilakukan seseorang atau menganalisis pekerjaan sebuah serikat, atau gerakan sosial, atau untuk menantang dan melawan (oppose) kekuatan-kekuatan dominan di dalam komunitas dan masyarakat.
TEORI X,Y DAN Z
Teori X, Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi.
Teori Y, Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
sedangkan Teori Z adalah pengembangan dari teori hirarki motivasi.
TEORI LEADERSHIP (kepemimpinan )
Teori pilihan saya, dan teori ini bagi saya sangat luar biasa dalam memotivasi saya.
GREAT MAN THEORY
Menurut teori kepemimpinan ini seorang pemimpin besar terlahir sebagai pemimpin yang yang memiliki ciri-ciri yang istimewa yang mencakup: karisma, kecerdasan, kebijaksanaan dan dapat menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk membuat berbagai keputusan yang memberi dampak besar bagi sejarah manusia. Karisma sendiri menunjukkan kepribadian seseorang yang dicirikan oleh pesona pribadi, daya tarik, yang disertai dengan kemampuan komunikasi interpersonal dan persuasi yang luar biasa.

TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP THEORIES)
    1. Dasar-dasar Kepemimpinan (Basic Leadership) •Hakekat Kepemimpinan •Pemimpin dan Pimpinan •Peran Pemimpin dan Pimpinan •Beda Pemimpin dan Pimpinan •Otoritas Kepemimpinan •Kepemimpinan Teladan •Pimpinan sekaligus Pemimpin Teori-teori Kepemimpinan (Leadership Theory) Model-model Kepemimpinan (Leadership Styles) Kepemimpinan Perubahan (Change Leadershoip) 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership
    2. Dasar-dasar Kepemimpinan (Basic Leadership) Teori-teori Kepemimpinan (Leadership Theories) •8 Mazhab Teori Kepemimpinan •The ‘Great Man’ Theory •Trait Theory •Contingency Theory •Situational Theory •Behavioral Theory •Participative Theory •Transactional (Management) Theory •Transformational Theory Model-model Kepemimpinan (Leadership Styles) Kepemimpinan Perubahan (Change Leadershoip) 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership
    3. Businessknowledge.com http://www.businessknowledgesource.com/blog/eight_major_leadership_theories_03056 3.html Transformationa l Theory Transactional Theory Participative Theory 23.02.13 "Great Man" Theory THEORIES OF LEADERSHIP Behavioral Theory Awang Anwaruddin - Change Leadership Trait Theory Contingency Theory Situational Theory
    4. Thomas Carlyle (1888), Herbert Spencer (1896)  Kepemimpinan adalah kemampuan yang melekat ─ pemimpin besar dilahirkan, bukan dibentuk.  Pemimpin besar muncul sebagai heroik, mitos dan ditakdirkan karena diperlukan. Thomas Carlyle 23.02.13  Disebut ‘great man’ karena pada saat itu pemimpin dianggap kualitas laki-laki. Awang Anwaruddin - Change Leadership
    5. Gordon Allport (1937), Hans Eynsenck (1967)  Pemimpin terbentuk karena warisan karakteristik perilaku tertentu yang dimiliki seseorang.  Tetapi, jika perilaku tertentu adalah indikator kepemimpinan, mengapa banyak orang yang memiliki sifat kepemimpinan tetapi tidak menjadi pemimpin? 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership Gordon Allport
    6. Joan Woodward (1958), Fiedler, FE (1958) Joan Woodward 23.02.13  Kepemimpinan dipengaurhi oleh variabel-variabel lingkungan yang menentukan gaya kepemimpinan.  Tidak ada gaya kepemimpinan yang terbaik untuk semua situasi.  Keberhasilan pemimpin tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para pengikut, dan aspek lingkungan. Awang Anwaruddin - Change Leadership.

    7. Hersey and Blanchard (1977)  Pemimpin harus memilih tindakan yang terbaik berdasarkan situasi yang sedang dihadapi.  Gaya kepemimpinan berbeda-beda tergantung situasi yang berlainan.  Misalnya di tengah cendekiawan, gaya kepemimpinan demokratis mungkin paling tepat diterapkan. 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership Ken Blanchard
    8. Skinner (1967), Bandura (1982) BF Skinner 23.02.13  Sesuai prinsip ‘behaviorism’ seorang pemimpin besar dapat dibentuk, tidak selalu karena dilahirkan atau dimitoskan.  kepemimpinan tergantung pada tindakan, bukan pada kualitas mental atau kondisi internal.  Setiap orang dapat memiliki jiwa kepemimpinan melalui cara pembelajaran, observasi dan karena pengalaman. Awang Anwaruddin - Change Leadership
    9. Robert House (1996)  Gaya kepemimpinan yang ideal adalah mendorong partisipasi & kontribusi anggota kelompok.  anggota kelompok merasa lebih memilliki dan berkomitmen pada proses pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan organisasi.  Untuk memotivasi partisipasi, pemimpin harus terbuka pada masukan anggota kelompok. 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership Robert House
    10. Max Weber (197), Bernard Bass (1981)  Teori Transaksional, atau teori Manajemen, berfokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok karyawan. Max Weber 23.02.13  Teori ini mendasarkan pada sistem reward and punishmen─karyawan dihargai apabila sukses dan ditegur atau dihukum apabila melanggar aturan yang disepakati. Awang Anwaruddin - Change Leadership
    11. James Macgregor Burns (1978); Bernard Bass (1981)  Teori transformasional, atau teori relationship, berfokus pada pola hubungan antara pemimpin dan pengikutnya.  Pemimpin memotivasi dan menginspirasi orang agar melihat kepentingan tugas.  Pemimpin memperhatikan potensi orang dan memiliki standar etika dan moralitas kepemimpinan yang tinggi. 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership James Burns.