Berikan Analisis Kritis
Analisis yang kritis (atau berpikir kritis) merupakan suatu
cara untuk mencoba memahami kenyataan, kejadian (peristiwa), situasi, benda,
orang, dan pernyataan yang ada di balik makna yang jelas atau makna langsung.
Analisis kritis mempersyaratkan sikap untuk berani menantang apa yang dikatakan
atau dikemukakan oleh pihak-pihak yang lebih berkuasa -majikan, pemerintah dan
lembaga. Analisis kritis mempertanyakan asumsi. Analisis kritis dapat digunakan
untuk menantang perilaku atau praktek yang dilakukan seseorang atau
menganalisis pekerjaan sebuah serikat, atau gerakan sosial, atau untuk
menantang dan melawan (oppose) kekuatan-kekuatan dominan di dalam komunitas dan
masyarakat.
TEORI X,Y DAN Z
Teori X, Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia
adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari
pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi
yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta
jaminan hidup yang tinggi.
Teori Y, Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah
kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-hari lainnya. Pekerja tidak perlu
terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian
serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki
kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan
prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan
segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
sedangkan Teori Z adalah pengembangan dari teori hirarki
motivasi.
TEORI LEADERSHIP (kepemimpinan )
Teori pilihan saya, dan teori ini bagi saya sangat luar
biasa dalam memotivasi saya.
GREAT MAN THEORY
Menurut teori kepemimpinan ini seorang pemimpin besar
terlahir sebagai pemimpin yang yang memiliki ciri-ciri yang istimewa yang
mencakup: karisma, kecerdasan, kebijaksanaan dan dapat menggunakan kekuasaan
yang dimilikinya untuk membuat berbagai keputusan yang memberi dampak besar
bagi sejarah manusia. Karisma sendiri menunjukkan kepribadian seseorang yang
dicirikan oleh pesona pribadi, daya tarik, yang disertai dengan kemampuan
komunikasi interpersonal dan persuasi yang luar biasa.
TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN (LEADERSHIP THEORIES)
1. Dasar-dasar
Kepemimpinan (Basic Leadership) •Hakekat Kepemimpinan •Pemimpin dan Pimpinan
•Peran Pemimpin dan Pimpinan •Beda Pemimpin dan Pimpinan •Otoritas Kepemimpinan
•Kepemimpinan Teladan •Pimpinan sekaligus Pemimpin Teori-teori Kepemimpinan
(Leadership Theory) Model-model Kepemimpinan (Leadership Styles) Kepemimpinan
Perubahan (Change Leadershoip) 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership
2. Dasar-dasar
Kepemimpinan (Basic Leadership) Teori-teori Kepemimpinan (Leadership Theories)
•8 Mazhab Teori Kepemimpinan •The ‘Great Man’ Theory •Trait Theory •Contingency
Theory •Situational Theory •Behavioral Theory •Participative Theory
•Transactional (Management) Theory •Transformational Theory Model-model
Kepemimpinan (Leadership Styles) Kepemimpinan Perubahan (Change Leadershoip)
23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership
3.
Businessknowledge.com
http://www.businessknowledgesource.com/blog/eight_major_leadership_theories_03056
3.html Transformationa l Theory Transactional Theory Participative Theory
23.02.13 "Great Man" Theory THEORIES OF LEADERSHIP Behavioral Theory
Awang Anwaruddin - Change Leadership Trait Theory Contingency Theory
Situational Theory
4. Thomas Carlyle
(1888), Herbert Spencer (1896) Kepemimpinan adalah kemampuan yang melekat ─
pemimpin besar dilahirkan, bukan dibentuk. Pemimpin besar muncul sebagai
heroik, mitos dan ditakdirkan karena diperlukan. Thomas Carlyle 23.02.13
Disebut ‘great man’ karena pada saat itu pemimpin dianggap kualitas laki-laki.
Awang Anwaruddin - Change Leadership
5. Gordon Allport
(1937), Hans Eynsenck (1967) Pemimpin terbentuk karena warisan karakteristik
perilaku tertentu yang dimiliki seseorang. Tetapi, jika perilaku tertentu
adalah indikator kepemimpinan, mengapa banyak orang yang memiliki sifat
kepemimpinan tetapi tidak menjadi pemimpin? 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change
Leadership Gordon Allport
6. Joan Woodward
(1958), Fiedler, FE (1958) Joan Woodward 23.02.13 Kepemimpinan dipengaurhi
oleh variabel-variabel lingkungan yang menentukan gaya kepemimpinan. Tidak
ada gaya kepemimpinan yang terbaik untuk semua situasi. Keberhasilan pemimpin
tergantung pada sejumlah variabel, termasuk gaya kepemimpinan, kualitas para
pengikut, dan aspek lingkungan. Awang Anwaruddin - Change Leadership.
7. Hersey and
Blanchard (1977) Pemimpin harus memilih tindakan yang terbaik berdasarkan
situasi yang sedang dihadapi. Gaya kepemimpinan berbeda-beda tergantung
situasi yang berlainan. Misalnya di tengah cendekiawan, gaya kepemimpinan
demokratis mungkin paling tepat diterapkan. 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change
Leadership Ken Blanchard
8. Skinner (1967),
Bandura (1982) BF Skinner 23.02.13 Sesuai prinsip ‘behaviorism’ seorang
pemimpin besar dapat dibentuk, tidak selalu karena dilahirkan atau dimitoskan.
kepemimpinan tergantung pada tindakan, bukan pada kualitas mental atau
kondisi internal. Setiap orang dapat memiliki jiwa kepemimpinan melalui cara
pembelajaran, observasi dan karena pengalaman. Awang Anwaruddin - Change
Leadership
9. Robert House
(1996) Gaya kepemimpinan yang ideal adalah mendorong partisipasi &
kontribusi anggota kelompok. anggota kelompok merasa lebih memilliki dan
berkomitmen pada proses pengambilan keputusan dan pencapaian tujuan organisasi.
Untuk memotivasi partisipasi, pemimpin harus terbuka pada masukan anggota
kelompok. 23.02.13 Awang Anwaruddin - Change Leadership Robert House
10. Max Weber
(197), Bernard Bass (1981) Teori Transaksional, atau teori Manajemen,
berfokus pada peran pengawasan kinerja, organisasi dan kelompok karyawan. Max
Weber 23.02.13 Teori ini mendasarkan pada sistem reward and
punishmen─karyawan dihargai apabila sukses dan ditegur atau dihukum apabila
melanggar aturan yang disepakati. Awang Anwaruddin - Change Leadership
11. James
Macgregor Burns (1978); Bernard Bass (1981) Teori transformasional, atau
teori relationship, berfokus pada pola hubungan antara pemimpin dan
pengikutnya. Pemimpin memotivasi dan menginspirasi orang agar melihat
kepentingan tugas. Pemimpin memperhatikan potensi orang dan memiliki standar
etika dan moralitas kepemimpinan yang tinggi. 23.02.13 Awang Anwaruddin -
Change Leadership James Burns.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar